Cari Blog Ini

Jumat, 06 Januari 2012

AYAH

13.00 sepulang sekolah
Ry aku di sambut dengan keadaan rumah yang sepi, tapi memang selalu begitu. Kali ini ada yang berbeda di sudut ruang tamu ... yang terlihat gelap namun sedikit terkena cahaya matahari sore. Aku melihat ibu dan ayah duduk disana sepertinya mereka menungguku. Jujur saja ry aku takut dengan mereka, dan aku merasa dosa karena ini bukan waktu yang tepat untukku pulang sekolah mungkin seharusnya 3 jam yang lalu aku sampai di rumah, dengan hati-hatinya aku mengendap menuju kamar tapi 1,2,3,4,5 langkah, Raisa !!! ayah memanggilku (dengan wajah masam ) yah ketauaan deh ... dengan senyum ketakutanku, aku menghampiri ayah. Ayah terlihat seperti harimau, yang marah kemudian dia akan mencabik-cabik kulitku, merusak semuanya, tapi ya sudah lah itu hanya hayalanku saja. Tidak seperti yang ku bayangkan, ini lebih dari yang kubayangkan .... bahkan ni sangat parah, tangan ayah melayang dan mengenai pipiku,(plakk... !!) tentu saja ry itu adalah tamparan ayah untukku, suatu bentuk kekecewaannya padaku, dia tak bicara namun aku tau dia kecewa. Aku lari dan sengaja membanting pintu kamarku ... hancur semuannya, aku menangis tapi baru kali ini ... aku merasakannya sesak dadaku ini tak terhentikan. selang dari itu ibu datang dan memelukku, tak lama aku tertidur dan sejenak melupakkan semuanya dengan mimpi-mimpiku.


keesokkannya...
perang dingin pun terasa di rumah ini. Aku malas keluar dari kamar, aku gak mau ketemu ayah dan pagi itu aku menjalankan aksi MOGOK MAKAN. Pagi-pagi seperti biasa ibu datang kekamarku membawa makanan untuk sarapan. " makan dulu sayang"(sapa ibu) huh makanannya menggiurkan, hatiku tak sanggup menolak masakan ibu itu. OH MY GOD aku kan lagi mogok makan masa iya sih aku nyerah gitu aja (ocehan dalam pikiranku). " ga mau ah bete" (jawabku). " ya udah, kalo sakit jangan nyalahin"( jawab ibu) Bungkam saja ini suatu bentuk kekesalanku terhadap ayah. 
"ayah raisa ga mau makan tuh " ( ocehan ibu kepada ayah)
" biarin aja" ( ayah tersenyum dengan liciknya) 
Kayaknya ayah gak peduli lagi deh sama gue, mau gue sakit kek, mati kek, ngebangke di kamar. kayaknya ayah gakkan peduli. 
( pagi-pagi udah ngoceh sendiri)
tepat jam 09.00
"Cacing-cacing di perut butuh semua nutrisi hahah" ya teman aku lapar pagi itu aku memutuskan untuk keluar dari kamarku, dengan pelan-pelann dan membawa sedikit makanan di dapur untuk mengganjal perutku  yang keroncongan ini, rasanya mogok makan bukan jalan terbaik untukku aku benci sih ry, ayah berani nampar aku sekarang. ternyata eh ternyata BUSTED aku ketauan bawa makanan  . Tapi pagi itu aku benar-benar malu sama ayah, 
" mana katanya mau mogok makan, itu apaan tuh yang di bawa, makanan kan  ? " (  ayah dengan liciknya) 
 ayah ga ketawa tapi dia cuman bilang NGAKAK
" ih apaan sih ayah so gaul deh "
aku pergi dan berusaha membuang mukaku ini di depan ayah. tapi aku sadar diri ko di rumah ini aku bergantung kepada ayah dan ibu mana mungkin aku bungkam seperti ini terhadap ayahku sendiri
 ya allah dosakah aku ini, ternyata memang ayah pantas seperti ini padaku, sikapku memang selalu begini melampaui batas. Sebenarnya ada niat di hati ini untuk minta maaf kepada ayah tapi biasa lah aku selalu di kerumuni dengan kata GENGSI, bahkan sama ayah pun. Tapi masalah takkan selesai jika aku terus diam. baiklah siang itu karena weekend aku menghampiri ayah yang sedang asik dengan secangkir kopi dan koran yang sedang di bacanya dengan ditemani tv namun tak sempat dia lihat dan tenggelam dengan koran yang ia baca. dengan muka tanpa dosa aku menghampiri ayah " yah maaf ( sambil mencium tangan ayah tercintaku ini). ayah tertawa dan ternyata maaf ku bertepuk sebelah tangan, " enak aja minta maaf, ayah maunya kamu ngasih maaf ke ayah". uuuhhh kesal hampir saja jantungku berhenti karena takut ayah tidak memaafkan ku, ternyata ayah yang minta maaf sama aku, ya sudahlah canda tawa di pagi hari ini. Ayah sesosok pigur hebat dalam keluargaku, sebesar apapun kesalahanku dia selalu memaafkan, tamparan ? ya itu bukan suatu sikap atau tanda benci beliau kepadaku tetapi suatu sikap tanda beliau sayang kepadaku. 



Lollipop

sahabat lollipop
 lollipop bisa menambahkan mood kita dalam belajar, mungkin ini salah satu TIPS agar teman-teman tidak merasa bosan dalam belajar, belajar sambil ngemut lollipop asik loh .... 


Kamis, 05 Januari 2012

sweety strobery


yummmiii ......... stroberi merah manis ini bisa kalian, dapatkan di ciwidey, datang dan berlibur disini teman :

Raisa

Raisa menarik-narik baju ibunya . Raisa terus menarik baju ibunya . Raisa masih menarik baju ibunya .
"Kenapa sayaaang , mami lagi sibuk. Sebentar ya kamu main diluar dulu " kemudian Maudy kembali tenggelam dalam layar komputernya

 beberapa saat kemudian

"Nyonya , nyonya , nyonya... " si bibi dengan gaduh menghampiri ruangan Maudy . Keningnya berkeringat
"Ada apa sih bi? berisik banget" Maudy merasa terganggu dengan kedatangan pembantunya itu
"Emm a..nu bu , itu non Raisa"
"Kenapa lagi Raisa? Masa jagain anak kecil gitu aja gabisa . Udah sana saya masih sibuk nyari uang buat gaji kamu sama makan raisa . Jangan ganggu sampe sore . Itu uang buat jajan didalem laci samping telepon"
"Tapi bu.." Si bibi mencoba memberitahu
"Ga ada tapi-tapian . Pokoknya jangan ketuk pintu ruangan saya sampai sore"

pukul 5 sore

Garasi depan bederak terbuka , cahaya lampu mobil sedikit menyorot ruang tengah
Pintu depan dibanting terbuka
"Maudy! Maudy! Maudy!"
"Eh mas udah pulang" sapa Maudy hangat sambil merangkul kemudian mencium suaminya
"Apa apaan kamu! Telpon rumah malah mesin yang jawab . Hp kamu yang paling canggih kemana?Anak masuk Icu masih bisa anteng di depan komputer?!"
"Mas.. Apa mas? siapa yang masuk Icu?"
"halah! ya Raisa lah anak kita. Kemana aja kamu daritadi ? jagain anak kecil gitu aja gabisa . Aku tuh kerja buat makan kamu sama Raisa biar bisa gaji pembantu kita juga!"
"Tapi bibi gabilang apa apa ke aku mas" Maudy mulai terisak mengingat perkataannya tadi siang terhadap bibi
"Bukannya kamu ga ngasih dia kesempatan bicara? kamu malah sibuk apa itu sama Facebook! komen-komenan ga jelas yang ujung-ujungnya malah ngehamburin uang aku" plak! tangan Karyo melayang di pipi Maudy
"Mas ga perlu nampar aku!"
"Orang kayak kamu itu emang perlu dikasih pelajaran , dikasih amanah buat jaga anak ngurus rumah malah begini"
"Emang dipikir orang paling bener itu kamu mas? Aku juga butuh hiburan ."

"Aku gabilang kalo aku orang paling bener . Aku juga berusaha . Kamu butuh hiburan? Apa kurang brondong-brondong yang sering kamu bawa pulang itu? Yang sering diliat Raisa? kurang apa lagi? Arisan tiap minggu yang kamu ikutin itu masih kurang juga? Sepatu ratusan pasang yang ga diurus itu masih kurang? Tiap bulan ke eropa itu masih kurang juga? Manusia ga ada sukur!"

Maudy menutup kuping , kepalanya menunduk kemudian ia menangis

"Mas udah mas aku kan udah minta maaf kejadian tahun lalu itu . Gausah diungkit lagi"

"Dipikir enak denger dari anak sendiri? Raisa tuh harus nya ngeliat yang bagus-bagus , dia harusnya jarin yang baik-baik. Emang kamu pikir aku bisa lupain gitu aja? Apalagi sekarang kamu masih belum berubah juga?"

"Iya mas udaaah aku udah minta maafff... udah 3 jam kita berdiri kayak gini aku terima kamu namparin aku , tapi kamu belum jelasin juga Raisa kenapa"

"Oooh masih peduli Raisa? Cih telat kamu pas dia udah kenapa-napa baru kamu peduliiin..."

mesin penjawab telepon otomatis menyala , teriakan Karyo terhenti . Seketika hening

suara isakan bibi "Bapak..Ibu.. Apa kalian masih dirumah? Nomor hp ga ada satupun yang aktip . Ini Raisa.. Udaaah ga ada paak buuu" klik.




by : waffa aliah 

Lolli


I LIKE LOLLIPOP